Pak, Bu

Siapa bilang tulangku selalu kuat
Siapa bilang nadiku selalu yakin
Kok kaya lagu anjim
.
Siapa bilang tulangku kuat
Siapa bilang nadiku selalu yakin
Yang salah pada kalimat ini ialah aku bukan selalu anak tanpa jelaga, Pak, Bu
.
Kalian kalau mau mengoceh
Bertengkar layaknya bocah baru lancar jalan
Ku sarankan di stadion Rawa Badak saja, Pak, Bu
Tapi tolong jumlah lebamnya sama
Saya terlalu muak setan pada ego seorang laki-laki
.
Saya sedang meniti masa depan saya
Saya sedang berdamai dengan mimpi-mimpi "ketinggian" saya
.
Tahu tidak?
Saya sampai berani berangan tidak mau menikah sama sekali
"Tuan raja di rumah selalu pasang otot"
"Yang perempuan selalu harus ikut"
Belum apa-apa saya sudah menggeleng membayangkan, Pak, Bu.
Mungkin itu berbeda kalau kalian benar-benar ke stadion rawa badak untuk bertarung
.
Pak, Bu
Saya tidak mau tumbuh tua kesepian
Tapi saya dihantui gelap setiap hari
Saya tidak mau duduk di pepohonan depan rumah dengan rambut putih sendiri
Tapi saya ditampar gegertakan dan hening tiap waktu
Ayolah, mau setega apa lagi?

Comments

Popular Posts